kodomo ka



apa yang terlintas dalam benakmu ketika memandang gambar diatas?? tersentuhkah or biasa2 saza?? well apapun perasaanmu saat memandang foto diatas gak masalah kok. Bagi kamu2 yang punya tingkat sensitivitas yang tinggi, at least akan ada sedikit perasaan tersentuh. Tapi bagi orang yang unsensitif, kayaknya bakalan biasa2 saza(So what gituh lho...). He he he, Ok2... sekarang ini aku gak mo ngomongin soal sensitif or unsensitif(who's care anyway??). So mo ngomongin apa?? let's see... mmhh...

Ok, mari kita mulai dengan pertanyaan ini : Why is it that when people are young they want to be grown ups, and when you are a grown up, they want to be a child? ( ngutip dari webnya si janosterlund he he he ). pernah gak ngerasa seperti itu? kalo aku seh pernah. Manusia memang tidak pernah puas,ya???

Oh,ya dulu waktu kecil pengen cepet2 gede, so dengan harapan jadi orang gede bakal lebih bebas, gak lagi diatur2 sama bonyok. Dan sekarang aku udah gede, harapan itu emng terkabul (alhamdulillah). Tapi disisi lain, menjadi orang dewasa ternyata tidak menyenangkan.Salah satu yang tidak menyenangkan adalah mengenai TANGGUNG JAWAB!!!

Menjadi manusia dewasa berarti menjadi individu manusia. Setiap individu manusia dituntut berbagai macam tanggung jawab. Mulai dari tanggung jawab pribadi terhadap keluarga (emak, adek, kaka, sodara) sampe2 tanggung jawab sosial (tetangga, teman, sobat, dll). Dan kadang2 tanggung jawab2 itu membuat kita menjadi tidak bebas berbuat 'semau gwe'

Dan Kemudian tanggung jawab2 itu memenjara kita untuk melakukan hal2 yang kita inginkan,(atau setidaknya membuat kita sibuk sehingga tidak punya waktu untuk melakukan hal2 yang kita inginkan), dan kemudian kitapun merindukan masa2 kecil kita yang 'penuh kebebasan' yang masih merasa tidak punya 'kewajiban'(tanggung jawab) baik pribadi or sosial.

hi hi hi, childish banget ya gwe... duuuh... susah emng jadi orang dewasa. hu hu hu... satu lagi alesan kenapa orang dewasa kadang2 pengen jadi kayak anak kecil adalah karena anak kecil, konon katanya masih punya hati yang suci. Masih belom tersentuh dari 'kotor'nya dunia. Ketika anak kecil bertengkar, mungkin 5 menit kemudian bisa baekan. Tapi kalo orang dewasa bertengkar, bisa bertaon2 musuhan gak saling tegur sapa. hu hu hu, susah memang jadi orang dewasa, gengsi-an...

weks jadi ngelantur beginih... tadinya aku pengen ngebahas anak kecil ditinjau dari sudut sisi kemanusiaaan, dihubungkan dengan perang. Maksudku, beginih. Coba bayangkan tawa seoang anak kecil didaerah yang sedang perang. Bayangkan anak2 kecil yang sedang bermain didaerah medan perang sana (aku pernah liat foto anak2 palestina yang sedang bermain).Meskipun situasi sedang kacau(perang), mereka terlihat tidak peduli, mereka bisa 'melupakan' situasi buruk yang sedang terjadi.Dan mereka bermain, tertawa bersama teman2nya.

(Ok2 i got it, so what's the point?). Ya ketika aku melihat tawa anak2 itu, aku menjadi heran. Adakah orang yang tega merebut kebahagiaan mereka? tidak pernahkah 'orang dewasa' itu tersentuh ketika melihat tawa anak2 itu? tidak pernahkah terlintas dalam benak mereka, pada saat mereka mencetuskan kata 'perang' itu berarti mereka akan merengut ayah , kakak , sodara , ibu , nenek , dari anak2 itu?

Ngomong2 soal orang dewasa, itu juga salah satu alesan kenapa aku pengen menjadi anak kecil. Dan gak pengen jadi orang dewasa, kenapa? karena orang dewasa segala hal diitung2 berdasarkan kepentingan. Bahkan terlalu banyak kepentingan!!!. Aku kadang2 heran dengan orang yang bilang "kamu kok egois seh? kayak anak kecil ajah". Justru aku bisa bilang orang dewasa lebih egois dari anak kecil . huh...

(parah2 neh postingan dah ngelantur kemana2... hiks... susehnya menyusun kata2 untuk menyampaikan pesan... at least i'm trying lah... pokoknya tetap belajar... ma'af kalo ngelantur kemana2...) ja nee....

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Euis ke antosan heula...

heee.... Boros ka

Tentang dongeng