Pos

Menampilkan pos dari Desember, 2006

pernikahan dan kematian

backsound "hidup dan pesan nabi" ~Bimbo

hidup bagaikan garis lurus, tak pernah kembali ke masa lalu
hidup bukan bulatan bola yang tiada ujung dan tiada pangkal
hidup ini melangkah terus semakin mendekat ke titik terakhir
setiap langkah hilanglah jarak menikmati hidup nikmat di dunia

pesan nabi, tentang mati :
jangan takut mati karena pasti terjadi
setiap insan pasti mati, hanya soal mati
pesan nabi, tentang mati :
jangan lah minta mati datang kepadamu, dan janganlah kau berbuat
menyebabkan mati

tiga rahasia ilahi yang berkaitan dengan hidup manusia :
kesatu tentang kelahiran,
kedua pernikahan
ketiga kematian

penuhi hidup dengan cinta
ingatkan diri saat untuk berpisah
tegakkan shalat lima waktu
dan ingatkan diri saat dishalatkan

pesan nabi : jangan takut mati, meski kau sembunyi dia menghampiri
takutlah pada kehidupan sesudah kau mati, renungkanlah itu.

[melow mode on]
beberapa hari ini belakangan ini event yang sering saya dengar dari teman-teman baik saya tidak jauh-jauh dari dua topik yang saya…

harga beras naik buoy...

sudah menjadi kebiasaan rutin saya apabila nge-net, salah satu yang menjadi kegiatan saya adalah mengunjungi situs-situs berita untuk membaca berita tentunya, bukan membaca cerita, he he he terang aja...

dan situs berita favorit saya adalah republika.co.id, hidayatullah.com dan eramuslim.com. mengapa jadi favorit saya? sederhana saja karena situs berita itu bisa dipercaya, tanpa bermaksud menjelekkan situs berita yang lainnya hanya saja saya cukup yakin dengan kredibilitas dari situs-situs berita yang saya sebutkan diatas.

dan hari ini, hal pertama yang saya lakukan pada saat saya sudah didepan komputer saya surf menuju situs berita tersebut. ada satu berita yang menarik, yang membuat saya cukup tercenung. yakni berita mengenai kenaikan harga beras. terus terang saja, sebenarnya saya sudah mendengar tentang berita ini jauh-jauh hari sebelumnya, meskipun demikian tapi baru kali ini saya ngeh dengan berita tersebut. maksud saya, saya baru tersadar "owh sedemikian dahsyatnyakah akibat…

core competency

Beberapa hari ini mencoba melamar kerjaan via karir.com, melamar lowongan-lowongan IT meskipun secara background pendidikan aku gak ada nyambung2nya sama IT, kebanyakan Ilmu IT yang didapat berdasarkan pengalaman ngoprek pribadi dengan dibantu assisten khusus Mr. Google (http://www.google.com).

Well, meskipun secara skill saya pede, tapi berhubung core competency secara (akhirnya latah juga awak dengan kosakata gaul yang tidak pada tempatnya ini) saya background pendidikannya bukan dari jurusan yang bergelut dibidang IT (IF or EL) jadi rada gak pede juga akhirnya, belum lagi ditambah IP (Index prestasi, bukan Internet Protocol) saya yang dibawah standar makin menciutkan harapan saya untuk bisa melamar... tapi tetep seh mencoba ajah. diterima atau gak ya urusan nanti la yaa...

Dan akhirnya rada sadar diri juga seh, dulu saya meninggalkan hunting IP karena berpikir yang penting itu ber-skill, IP belakangan tapi sekarang setelah dihadapkan pada kenyataan kalau syarat umum melamar kerja itu…

anak sekolah, anak kuliah, anak esdu-a

tahu lagunya chrisye yang berjudul anak sekolah? tahu la yaa... tapi tahu gak kalo lagu anak sekolah itu bisa di modif jadi anak kuliah, anak s2, atau jadi anak s3 tergantung situasi dan kondisinya? gak percaya? coba lagukan lirik berikut menurut irama lagu anak sekolah (pas bagian reff)nya :

engkau masih anak kuliah, semester tujuh
blum cukup duit tuk begini-begitu
anak kuliah, datang kembali setelah lulus sidang Te-Aaaaaaaa....

lirik ini sering kali terngiang-ngiang dalam pikiran kala saya masih menduduki bangku kuliah di semester tujuh, ketika TA menjadi momok yang menakutkan sebagian anak kuliah (hiperbol kaleee...)
dan sekarang saya modif lagi lirik lagunya jadi :

Engkau masih anak es du a, semester tiga
belum cukup duit tuk melamar si Eneng
anak es du a, datang kembali setelah lulus dapet kerja...

garing yaa? he he he... maaph atuh