tahun kemarau basah

membaca kembali postingan-postingan jaman dulu, kadang ada perasaan lucu, malu, narsis. dan  pertanyaan standard pada diri sendiri yang sering muncul adalah  "kok bisa,ya saya nulis seperti itu?". kadang muncul juga rasa ingin menghapus postingan-postingan yang memalukan seperti postingan-postingan mengenai patah hati, putus asa, postingan kekanak2an...

tapi... pada akhirnya saya memilih untuk mendiamkan saja, biarkan itu menjadi kenangan, untuk nanti suatu saat saya tengok-tengok kembali, baca-baca kembali, untuk bercermin bahwa saya pernah menjadi seorang seperti itu.

alih-alih menyangkal bahwa saya pernah "seperti itu" (padahal sudah jelas bukti otentik tersebar di tumpukan belantara internet tak bertuan ini), saya memilih untuk menerima diri saya yang dulu.

menerima saya yang dulu  berarti menerima diri saya yang sekarang karena bagaimanapun juga diri saya yang sekarang adalah hasil dari diri saya yang dulu. bagian yang jeleknya cukup disesali dan tidak perlu diulangi lagi, dan bagian yang baiknya disyukuri dan mudah-mudahan jadi amal soleh/bekal untuk perjalanan di negeri selanjutnya.

kembali ke topik... tahun kemarau basah, begitu kata bmkg merujuk pada musim kemarau tahun ini yang sering turun hujan. konon katanya ini merupakan efek lanina jadi kemarau di negeri ini jadi kemarau yang basah. maka tidak heran kemudian, jika biasanya banjir yang sering melanda negeri ini biasanya di bulan desember atau januari, maka bulan agustus kemarin jakarta kebanjiran lagi dan itu terjadi di daerah elit kemang...

anyway, saya tidak akan panjang membahas mengenai kemarau basah ini. postingan ini hanya ingin menandai jejak kembali saya.

jaa.. matta nee

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Euis ke antosan heula...

heee.... Boros ka

Tentang dongeng