Jangan Pernah Buat Sate Sendiri!

alhamdulillah, iedul adha kali ini ikut kurban di mesjid perumnas. jatah daging sapi yang didapat untuk pequrban sebesar 4kg, setelah dibagi dua dengan ortu, saya pun berniat untuk membuat sate. segera saya meluncur ke sebuah supermarket untuk membeli pembakaran yang beberapa hari sebelumnya saya melihat ada promo panggangan merk perusahaan asal indonesia dari surabaya yang harganya lumayan... sekitar 230-ribuan. sesampainya di supermarket itu saya kecewa karena produknya sudah tidak ada... alhasil saya memutuskan untuk menggunakan pangganan/pembakaran sate lama, jadi rencana pembelian panggangan baru gagal.

selain untuk membeli pemanggang sate, saya juga berniat untuk membeli arang dan tusuknya plus pelunak daging. pilihan pertama jatuh pada daun pepaya, tetapi setelah dicari-cari tidak ketemu akhirnya pilihan jatuh pada nanas. singkat cerita semua bahan sudah lengkap. mulai dari : pemanggang, arang, tusuk sate, & pelembut daging (nanas).

proses motong-memotong daging seukuran kubus kecil mudah dilakukan : ez. selanjutnya memarut nanas dan mengaduk dengan potongan daging, lalu ditusuk. satu tusuk lima kubus kecil daging. sempurna.

tahap selanjutnya : membuat bara dari arang yang sudah dibeli. untuk memudahkan/mempercepat pembuatan bara maka arang dipanaskan/dibakar di kompor terlebih dahulu. tapi ternyata tidak mudah saudara-saudara. apalagi arang yang saya beli adalah arang yang terbuat dari batok kelapa. susah sekali dijadikan bara api. berkali-kali dicoba : dibakar di atas kompor, dibantu bakar dengan kertas dan terakhir dibakar menggunakan alkohol. nihil.

lumayan putus asa, terlintas niatan membeli terpenten untuk memudahkan pembuatan bara. tapi sebelum niatan itu diwujudkan, saran dari istri tercinta adalah membeli arang baru, arang dari kayu yang bukan dari batok kelapa. saran itu saya ikuti.

alhamdulillah arang kayu yang dibakar di kompor ternyata lebih  mudah jadi bara, hanya ada satu masalah : besaran arang kayu tidak sesuai dengan panggangan yang ada. untung saja, masih menyimpan kaleng bekas kue yang berbentuk persegi panjang. cocok sekali sebagai pemanggang sate. jadilah kaleng itu tempat bakar sate yang pas...

masalah bara : done. selanjutnya sate yang sudah di campur parutan nanas, di olesi kecap dan mentega mulai dibakar. sate diletakan diatas kawat pemanggang. semuanya berjalan lancar hingga saat sate mulai matang. beberapa daging saking empuknya mulai terlepas dari tusukan. ternyata membuat sate tidak mudah. butuh perjuangan dengan kesabaran ekstra. untunglah sate yang saya buat tidak lebih dari 25 tusuk.alhamdulillah. setelah proses bakar membakar beres, sate yang sudah dibuat dilucuti kembali untuk kemudian digoreng. pengalaman yang menarik.

bagi anda yang ingin membuat sate sendiri, brace urself yaa.... silahkan dipikir2 kembali sebelum melangkah lebih jauh.berikut tips dari saya :


  1. pastikan beli tempat pemanggang sate yang mantap... kalau ada promo langsung beli sebelum kehabisan.
  2. beli arang jangan tipe batok kelapa.. susah di nyalakan
  3. pencampuran daging dengan pelembut daging (nanas, daun pepaya, tomat atau yang lainnya) jangan kelamaan. terlalu lembut tiak baik untuk ke-sate-an
  4. siapkan kesabaran ekstra.
  5. kalau perlu beli kipas angin biar gak capek geber-geber kipas...
untuk kebaikan sendiri sebaiknya beli sate sendiri, tidak perlu buat sate sendiri. demikian dan terimakasih.



Komentar

Pos populer dari blog ini

Euis ke antosan heula...

heee.... Boros ka

Tentang dongeng