sebuah hubungan tanpa rasa

pernah makan sayur tanpa garam? mungkin itu perumpamaan yang cukup representatif untuk menggambarkan sebuah jalinan cinta kasih tanpa rasa. berawal dari percakapan dengan seorang teman di ym :

teman: kayaknya aq dh nggak bisa pisah dr dia
teman: waduh...gawat...bahaya...
calakan : :D
teman: pdhal aq dh janji ma diri sendiri tdk mo bawa hub ini dgn perasaan
calakan: begimana mungkin menjalani sebuah hubungan tanpa perasaan?
teman: cinta maksud aq
teman: takut Budhi
teman: aq takut
calakan : takut kenapa?
teman: takut sakit lg sebetulnya
teman: aq klo sdh mencintai seseorg..ya itulah...
teman: just for him..aq tdk akan melihat co2 lain di sekeliling aq

saya bisa memahami perasaan takut teman saya yang satu ini, karena saya sudah sering ber-ym ria dengan beliau jadi sedikit banyak tahu latar belakang kisah percintaan beliau. dan rasa takut yang ditimbulkan akibat (mungkin) trauma masa lalu hubungan cinta kasih beliau dengan kekasih sebelumnya yang tidak berakhir bahagia, memaksanya untuk stay in guard.

sebenarnya baik2 aja seh untuk tetap waspada, dan berjaga-jaga agar tidak tertusuk duri cinta untuk kesekian kalinya (cuiiih bahasanya... gelo aing puitis pisan) tapi ketika waspada itu mewujud dalam bentuk barrier yang menghambat kelangsungan sebuah hubungan, maka itu menjadi tidak baik (IMO).

sebagai misal pada kasus diatas, dapat anda bayangkan bagaimana rasanya menjalin sebuah hubungan tanpa didasari perasaan, akan terasa hambar bukan? maka dari itu cara satu2nya untuk bisa menghindari kondisi sepertiini adalah dengan cara menyudahi kisah klasik yang masih mengendap dalam ingatan kita. YOU HAVE TO GET OVER IT! YOU HAVE TO LET IT GO... masa lalu adalah masa lalu, untuk apa masih diinget? it's gonna be hard but you must face it... ngomong naon seh urang? teuing ah... harus segera dihentikan sebelum ngelantur lebih jauh lagi...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Euis ke antosan heula...

heee.... Boros ka

Tentang dongeng