mengeluh yook...

apa seh yang bisa didapatkan dari sebuah keluhan? itu mungkin sebuah pertanyaan yang akan anda tanyakan pada saya/orang yang biasa berkeluh kesah. well, saya mewakili para pengeluh, jawaban saya atas pertanyaan yang anda ajukan itu adalah : tidak ada!.Tidak ada sesuatu yang bisa kita dapatkan dari sebuah keluhan. Tentu saja!. Tapi, bukankah sudah menjadi fitrah manusia untuk berkeluh kesah? bukankah Tuhan sendiri berfirman, kalau manusia diciptakan dalam keadaan berkeluh kesah? Jika memang demikian kenapa kita tidak boleh mengeluh?

Sering kali dalam hidup ini kita bertemu dengan orang2 yang sering mengeluh, dan kadang2 kita menjadi begitu bosan mendengar keluhan orang2 itu sehingga hampir2 saja kitapun menjadi begitu ingin "meledak" memarahi orang yang berkeluh kesah itu. Tapi, pernahkah kita mencoba menempatkan diri kita pada posisi mereka?

Well, dulu saya pernah mengalami kejadian seperti ini: Pada saat saya mengikuti OS Himpunan, pada acara puncak OS sebelum dilakukan pelantikan biasanya diadakan acara OS di luar kampus, biasanya outbond. Dan standarnya sebuah diksar, kita di uji fisik dengan berbagai exercise seperti jalan2 melintasi hutan belukar dengan membawa ransel segede bagong dengan isi yang lumayan berat, push up, sit up dan lain2.

Pada waktu itu ada seorang teman saya yang begitu seringnya mengeluh karena beratnya exercise yang dilakukan. Sedangkan saya sendiri yang sudah "terbiasa" lebih bisa ikhlas mengikuti acara itu. Kemudian karena begitu seringnya saya mendengar keluhan itu saya kemudian menjadi sebal dengan teman saya itu dan kemudian karena saking sebalnya, akhirnya sampai timbul konflik yang menyebabkan saya dan dia menjadi seperti 2 buah kutub yang bersebrangan : disatu sisi saya sebal dengan ke"manjaan"nya dia(karena seringnya dia berkeluh kesah) dan begitu juga dia karena seringnya saya menunjukan "wajah" ketidaksukaan saya dengan kelakuan dia, akhirnya dia juga tidak suka saya dan memilih pindah kelompok.

Lucu jika mengingat kejadian tersebut. Setelah sekian waktu berlalu, dan ketika saya berusaha menempatkan diri saya dalam posisi teman saya itu, saya kemudian menjadi sadar dan mafhum jika kemudian teman saya ini banyak berkeluh kesah.

Komentar

Pos populer dari blog ini

Euis ke antosan heula...

heee.... Boros ka

banyak jalan menuju Blog.. bwahahaha!!!