mengatur manusia?

Jika saya diberikan pilihan :
1. Mengatur Manusia
2. Mengatur Jaringan Internet, Hewan, atau apapun selain manusia
Maka pilihan saya pasti no 2

Kenapa? Bukan, bukan karena saya pro status Quo (Golkar jaman baheula -sug) Saya memilih no 2 karena saya sadar sesadar2nya, bahwa no 2 lebih mudah diatur daripada no 1 percayalah!

Tapi itulah tantanganya,karena manusia sulit diatur disitu letak tantangan bagi kita untuk mengatur mereka. Apa enaknya mengatur yang bisa diatur? begitu kata seorang teman saya. Entahlah, mungkin karena saya sudah cukup "kenyang" berurusan dengan yang namanya mengurus/mengatur mereka saya jadi sedikit jera untuk mengatur manusia, sederhananya : saya tidak suka berorganisasi

Tapi, entah kenapa, meski saya benci untuk berorganisasi, takdir selalu mempertemukan saya dengan organisasi. Dan ketika saya mencoba untuk mengacuhkan, dan tidak mempedulikan organisasi, saya selalu merasa bahwa jika saya tidak mencoba untuk mengorganisasi organisasi ini maka organisasi ini gak akan jalan/hancur/gak jelas. Dan pada akhirnya saya pun dengan segala kerelaan hati, mau tidak mau mencoba berorganisasi lagi.

Seperti kemarin2 ini ketika Unit Genshiken baru dibentuk, (unit anak2 anime, dorama, j-movie, j-music mania) pengurus2 yang belum kerja optimal membuat saya gerah dan pada akhirnya saya harus turun tangan untuk menyentil pengurus2 itu. Dan akhirnya penyakit lama saya kambuh lagi, penyakit cerewet merecoki pengurus2 yang telat datang, telat ngerjain tugas unit dll...

bla bla bla...
pada akhirnya saya menyadari, hidup bukan hanya sebuah pilihan tapi juga sebuah tanggung jawab untuk secara sadar memilih pilihan itu :) (kesimpulanna teu nyambung nyak? bae akh... lieur2 siakh!!!)

Komentar

Pos populer dari blog ini

Euis ke antosan heula...

heee.... Boros ka

Tentang dongeng