kantor pos terusir dari ITB

abis baca forum rileks, nemu topik yang judulnya tentang keterusiran kantor pos dari wilayah kampus itebe dikarenakan konon katanya, kantor pos gak terlalu menguntungkan (tidak memberikan profit yang besar buat itb) dan sebagai gantinya insya Allah digantikan oleh TELKOM yang katanya mungkin akan memberikan profit yang lebih besar...

membaca topik itu membuat saya kecewa. entah kenapa saya gak habis pikir dengan beberapa kebijakan itb akhir-akhir ini (semenjak jadi BHMN). segala2nya sekarang seolah-olah dibisniskan. kampus ini berubah dari institusi pendidikan menjadi sebuah mesin industri, dimana dalam segala hal segala sesuatu harus menghasilkan fulus dan ketika sesuatu tidak menghasilkan fulus maka harus angkat kaki dari kampus ini.

tapi kalau dipikir2 secara realistis, emang seh itebe lagi butuh2nya duit buat menjalankan misi pendidikannya. kebutuhan itebe buat riset dan mengejar ketertinggalannya membutuhkan dana yang tidak sedikit. dan pada akhirnya itebe mencari berbagai cara yang bisa menghasilkan keuntungan, dan dimulailah komersialisasi di dalam institusi ini. mulai dari penerimaan mahasiswa baru lewat jalur khusus, sampai peningkatan spp setiap tahunnya+ sbptnya...

ya inilah kenyataan kawan, perih rasanya... kampus rakyat? aduh keknya dah bukan lagi deh...
emang apa yang udah dihasilkan itebe untuk bangsa ini? koruptor2 kelas kakap? jenius2 yang menjual SDA-nya ke pihak asing? yang bangga ketika bekerja di perusahaan multinasional yang merampok kekayaan negerinya? ehm... sentimentil... kuyashiii... it's so damn hurt!

lebih sakit lagi ketika tahu, gue gak punya kekuatan apa2 untuk berbuat sesuatu... damn!
Rabbi, ampunkan hamba yang tak mampu berbuat apa2, yang tidak mampu mengoptimalkan potensi yang sudah engkau anugrahkan... Rabb, berikan kekuatan pada hamba untuk bisa membantu sesama...

Komentar

Aryabhima A. mengatakan…
seperti yang pernah kita obrolkan, kantor pos kita cuek2 saja sih dengan reputasinya sebagai tukang ngentit paket.
tapi kalau diganti telkom? mau bikin apaan emang telkom di sana, wartel? loket iuran telpon?

Pos populer dari blog ini

Euis ke antosan heula...

heee.... Boros ka

Tentang dongeng