harga beras naik buoy...

sudah menjadi kebiasaan rutin saya apabila nge-net, salah satu yang menjadi kegiatan saya adalah mengunjungi situs-situs berita untuk membaca berita tentunya, bukan membaca cerita, he he he terang aja...

dan situs berita favorit saya adalah republika.co.id, hidayatullah.com dan eramuslim.com. mengapa jadi favorit saya? sederhana saja karena situs berita itu bisa dipercaya, tanpa bermaksud menjelekkan situs berita yang lainnya hanya saja saya cukup yakin dengan kredibilitas dari situs-situs berita yang saya sebutkan diatas.

dan hari ini, hal pertama yang saya lakukan pada saat saya sudah didepan komputer saya surf menuju situs berita tersebut. ada satu berita yang menarik, yang membuat saya cukup tercenung. yakni berita mengenai kenaikan harga beras. terus terang saja, sebenarnya saya sudah mendengar tentang berita ini jauh-jauh hari sebelumnya, meskipun demikian tapi baru kali ini saya ngeh dengan berita tersebut. maksud saya, saya baru tersadar "owh sedemikian dahsyatnyakah akibat kenaikan harga beras tersebut"?

pada berita yang saya baca tersebut, saya memperoleh informasi bahwa akibat kenaikan harga beras tersebut banyak keluarga miskin yang tidak mampu membeli beras dan akhirnya harus membeli nasi aking, atau pada kasus lain akhirnya ada anak-anak dari keluarga lain yang tidak mampu yang kemudian harus berjualan abu gosok untuk sekedar mendapatkan penghasilan 12 ribu/hari yang habis untuk beli 2kg beras saja. terus bagaimana mereka harus beli minyak untuk menanak beras tersebut? bagaimana dengan lauknya? bagaimana dengan buah2an sebagai sumber vitamin bagi mereka?

membayangkan itu semua membuat dada saya terasa sesak, dan memaksa saya harus banyak bersyukur dan bersujud pada Allah SWT. betapa tidak, Alhamdulillah saya masih bisa makan nasi tanpa harus memikirkan naiknya harga beras. sungguh, bagi saya awalnya kenaikan harga beras tidak membuat khawatir, toh saya masih bisa makan nasi di warung. meskipun mungkin harganya naik, tapi tidak seberapa besar pengaruhnya. tapi bagi saudara-saudara saya yang mencari uang sulit, kenaikan harga beras ini pasti besar pengaruhnya.

ingin rasanya saya mencaci pemerintah yang tidak bertanggung jawab membuat rakyat di negeri ini semakin menderita dengan berbagai kebijakannya yang lebih memihak kaum borjuis. sepertinya tidak ada tindakan/kebijakan konkrit dari pemerintah untuk mengangkat rakyatnya dari jurang kemiskinan.

tapi, kenaikan harga beras ini juga tidak seluruhnya jelek juga seh. sisi baiknya adalah mungkin dengan kenaikan harga beras ini setidaknya bisa memberikan keuntungan buat para petani sawah. ah mudah2an saja begitu, kasian juga kalau petani yang menanam padi capek-capek harus kecewa kalo harga berasnya tidak dihargai secara proporsional karena sudah menjadi rahasia umum kalo petani selalu menderita kerugian akibat harga hasil panennya dihargai terlalu rendah. tapi melihat dari sisi itu saja bukannya terlalu egois? so?

Idealnya seh gpp harga beras naik/ tinggi asalkan pemerintah bisa membuat masyarakatnya cukup makmur agar mampu membeli harga beras yang tinggi tersebut. yaa seperti di negara-negara yang sudah duluan maju, harga-harga barang disana cukup mahal-mahal tapi toh masayarakatnya mampu membeli barang tersebut. yaa mudah2an pemerintah mampu segera bertindak menyulap masyarakat negeri ini menjadi lebih makmur sehingga kasus2 kenaikan barang2 kebutuhan pokok seperti ini tidak membuat masyarakat menjadi semakin menderita.

Komentar

obot mengatakan…
hah? menurutku situs2 itu justru sering gue lihat salah tulis/ketik/info/subjektif :P

btw, kalau mau tau berita 'benernya' sih turun langsung atuh bud.. ngobrol ama mbok2 penjaga warung.. bbrp waktu terakhir ini mereka emang komplen harga beras naik terus tiap harinya, tp nggak tega naikin harganya, 'kasian mahasiswa', katanya...

hayooo... mahasiswa kasian ma mbok2 jaga warung nggak? :P

Pos populer dari blog ini

Euis ke antosan heula...

heee.... Boros ka

banyak jalan menuju Blog.. bwahahaha!!!