a whole new world

weekend? i don't have any.. setidaknya beberapa minggu belakangan ini. yup, yup, yup karena bbrp minggu belakangan ini saya kerja lembur di lab, atau ngambil explant jarak ke lokasi di luar kampus yang cukup jauh : bekasi. untunglah ada cipularang, jadi gak terlalu lama perjalanan yang ditempuh ke lokasi pengambilan sampel.

jadi pengen cerita, pas ngambil explan jarak ke bekasi saya menemukan banyak hal baru yang memberikan banyak pelajaran berharga bagi saya. seperti dalam lagunya A Whole New World, Peabo Bryson :

I can show you the world, shining, shimmering, splendid.
Tell me princess, now when did you last let your heart decide?
I can open your eyes, take you wonder by wonder,
Over sideways and under, on a magic carpet ride

A whole new world, a new fantastic point of view
No one to tell us no, or where to go, or say we're only dreaming.
A whole new world,
A dazzling place I never knew
But when I'm way up here, it's crystal clear
That now I'm in a whole new world with you.

Unbelievable sights, indescribable feeling
Soaring, tumbling, freewheeling through an endless diamond sky

A whole new world, / Don't you dare close your eyes,
A hundred thousand things to see. / Hold your breath it gets better.
I'm like a shooting star, I've come so far,
I can't go back to where I used to be / A whole new world,
With new horizons to pursue
I'll chase them anywhere, there's time to spare
Let me share this whole new world with you

A whole new world, a new fantastic point of view
No one to tell us no, or where to go, or say we're only dreaming.
A whole new world,
Every turn a surprise,
With new horizons to pursue / every moment red-letter.
I'll chase them anywhere, there's time to spare
anywhere, there's time to spare
Let me share this whole new world with you

A whole new world / A whole new world
That's where we'll be / That's where we'll be
A thrilling chase
A wondrous place
For you and me.

dan pelajaran baru apa yang saya dapatkan? mmh... bergaul dengan petani telah membuka cakrawala pemikiran saya bahwa ada dunia lain disana, dunia nyata, bukan dunia idealisme kampus, dunia dimana orang2 berjuang setiap hari bercocok tanam tapi ketika panen tidak mendapatkan hasil yang yang di harapkan... saya sungguh terenyuh ketika mendengar penuturan petani yang mengeluh begitu murahnya harga kencur yang jatuhnya hampir mencapai 1000 persen dari harga semula.

pun ketika sang petani menuturkan bahwa dia harus membiayai pendidikan anaknya yang di kota, pendidikan yang semakin mahal, harga hasil panen yang jatuh... darimana mereka akan membiayai pendidikan anak2 mereka. mereka sungguh berharap dengan pendidikan yang diperoleh anaknya kelak tidak akan mengalami nasib yang sama seperti mereka kini, menjadi petani yang miskin... tapi dengan keadaan yang ada skrg ketika pendidikan menjadi barang yang mahal, akankah lingkaran setan kemiskinan itu dapat di hancurkan??

Komentar

Pos populer dari blog ini

Euis ke antosan heula...

heee.... Boros ka

Tentang dongeng