dewasa.. (lagiii...?)

entah sudah berapa postingan saya beri judul dengan kata dewasa atau membahas tentang kedewasaan. Begitu bermasalahkah saya dengan kata itu sehingga saya selalu(sering) menjadikan kata dewas sebagai judul dalam postingan saya?

jawabannya Mungkin. jadi beberapa hari yang lalu saya bersosialisasi dengan teman2 lama (cieh bahasanya...). intermezo dolo : maksud saya bersosialisasi disini adalah ngumpul2, maklum sebagai orang yang terbiasa didepan kompie, ngumpul dan ngobrol dengan orang2 jarang saya lakukan maka dari itu ketika saya melakukan hal itu saya anggap sebagai sosialisasi. back to topic : jadi pada saat saya sedang bersosialisasi tersebut saya mendengar teman teman saya bercerita tentang temannya.

jadi dia mempunyai seorang teman yang berprofesi sebagai seorang pekerja (gak usah disebutin lah kerjanya apa) yang akan menikah dengan seorang perempuan anak walikota. si temennya temenku ini cerita ke temenku kalo dia lagi bingung, terus dia minta pendapat temenku tentang hal ini. oh ya si temennya ini bingung dengan latar belakang status sosial yang ada, apakah itu akan menjadi kendala?

Terus temenku ini ngasih saran idealis begini dan begitu. di akhir cerita itu temenku itu nambahin pendapat jujurnya dia (bukan jawaban idealis yang dia kasih ke temennya) bahwa sebagai seorang ce (dia mencoba menempatkan dirinya di posisi ce anak walikota itu) ketika dia telah terbiasa hidup dengan kondisi mewah, kemudian dia menikah dengan suami yang dengan penghasilan cukup (tidak mewah) itu akan menjadi masalah dikemudian hari. terus temenku bilang lagi, UNTUK SAAT INI SI COWOK DENGAN UMUR DI ATAS 30-an SULIT BAGI DIA UNTUK MENCARI PEKERJAAN/BERPRINDAH PROFESI LAIN YANG MENGHASILKAN UANG LEBIH BANYAK ...

mendengar pendapat teman saya ini, saya kagum dengan kedalaman analisis dia. terus terang bagi saya, pendapat teman saya ini terlihat begitu dewasa. bisa anda lihat dimana letak kedewasaanya? yup betul.. ketika dia mengatakan pada usia 30-an akan sangat sulit bagi seseorang untuk berpindah profesi/ pekerjaan bla bla bla... dari sini saya melihat teman saya itu tahu betul bahwa pada saat usia segituh tuh umumnya kehidupan manusia sudah fixed, akan sulit untuk melakukan perubahan.

jujur saja, saya shock saya sendiri sampai saat ini ketika usia hampir menginjak 1/4 abad saya tidak tahu akan menjadi apa 2 tahun, 3 tahun atau 5 tahun ke depan. saya masih sibuk dengan impian2 saya, saya masih sibuk ngurus diri saya sendiri yang gak jelas ingin membawa diri saya kemana... apakah ini tanda kalo saya belum dewasa? ntahlah...

Komentar

Pos populer dari blog ini

Euis ke antosan heula...

heee.... Boros ka

Tentang dongeng