survival for the fittest

harga BBM sudah naik, harga2 sudah beranjak naik jauh-jauh hari sebelumnya. saya bukan ahli ekonomi yang pandai menghitung keuntungan dan kerugian dari akibat adanya kenaikan harga minyak mentah dunia dan kemudian apa akibat dari menaikan atau tidak menaikan bbm yang menjadi kebijakan pemerintah. pihak yang pro kenaikan memaparkan fakta-fakta yang tampak masuk akal sehingga BBM harus naik pun begitu dengan pihak yang kontra juga memaparkan fakta-fakta yang mendukung bahwa BBM seharusnya tidak perlu naik.

saya tidak ingin memihak sebenarnya, karena ketidaktahuan saya tentang ilmu ekonomi itu walaupun sejujurnya hati saya berontak dan tidak setuju dengan kenaikan harga BBM itu, bukan kenapa2 saudara kita yang rakyat kecil ini teh boro-boro dengan adanya kenaikan BBM, jauh-jauh hari sebelum naikpun kondisinya sudah memprihantinkan: busung lapar, gizi buruk, bahkan ada sekeluarga yang mati kelaparan. apa pemerintah tuli dan mati hatinya ya? entah...

subsidi BBM hanya dinikmati orang kaya? mereka yang menjerit akibat kenaikan BBM ini bukan orang yang punya mobil, tapi jelas-jelas yang mereka yang terbiasa naik angkot, yang berjualan dipasar, yang mencari sesuap nasi untuk hari ini. saya tidak habis pikir pendapat seperti ini. orang yang punya mobil dengan kenaikan BBM ini mereka toh masih bisa makan, mereka masih sanggup membeli bensinnya dengan harga tinggipun... tapi orang yang setiap harinya untuk mencari sesuap nasipun sulit, dengan kenaikan BBM jelas bebannya jauh lebih berat... jangan bandingkan lah orang kaya dan orang miskin. Subsidi BBM itu jelas dinikmati orang miskin juga.. bukan hanya orang kaya. jika memang demikian, maka seharusnya bukan menaikan BBM tapi pembatasan jatah BBM untuk mobil plat hitam atau okelah naik BBM tapi untuk mobil plat hitam saja.

yang saya tidak habis pikir ada yang bilang dengan kenaikan BBM ini supaya rakyat tidak manja. masya Allah demi Allah saya tidak habis pikir dengan pendapat ini. bagaimana mungkin rakyat miskin ini manja? hidup mereka jauh dari berfoya-foya. untuk sekedar makan saja sulit, apalagi untuk pendidikan, kesehatan?

survival for the fittest? mungkin lebih tepatnya begitu apa yang terjadi di sini sekarang.
pemerintah yang seharusnya melindungi rakyatnya malah membiarkan hukum rimba itu disini. siapa yang kuat dialah yang dapat bertahan hidup, yang gak kuat ya sudahlah mati saza... BLT ? ah entah... ada satu pesan Rasulullah yang ingin selalu saya ingat dan itu yang membuat saya tidak setuju dengan survival for the fittest atau pendapat yang mengatakan biarkan saja biar rakyat tidak manja, Rasulullah SAW berwasiat : lindungilah orang2 lemah disekitar kalian...
ya intinya mah kalau kenaikan BBM malah jadi bikin rakyat miskin makin susah meskipun ada BLT maka sayah tidak setuju....

Komentar

Pos populer dari blog ini

Euis ke antosan heula...

heee.... Boros ka

Tentang dongeng